Narasi Press Release Konfirmasi 24 April 2020

  • Senin, 24 April 2020 - 21:10:45 WIB
  • Dian Aftrisia
Narasi Press Release Konfirmasi 24 April 2020

PRESS RELEASE

24 APRIL 2020

 

  1. KEADAAN KASUS COVID-19 KOTA LUBUKLINGGAU PER JAM 19.30 WIB

KASUS KONFIRMASI

JUMLAH KESELURUHAN : 7 ORANG

JUMLAH YANG DIISOLASI DI RUMAH SAKIT : 1 ORANG (RSMH)

                                                                              2 ORANG (RS SITI FATIMAH)   

JUMLAH YANG DIISOLASI DI RUMAH SEHAT SILAMPARI LUBUKLINGGAU : 3 ORANG

JUMLAH YANG DIISOLASI DI RUMAH : 1 ORANG

ODP

JUMLAH ODP : 145 ORANG

JUMLAH ODP SELESAI PANTAUAN : 106 ORANG

JUMLAH ODP MASIH DALAM PANTAUAN : 39 ORANG

PDP

JUMLAH PDP KESELURUHAN : 3 ORANG

JUMLAH PDP YANG NEGATIF COVID : 2 ORANG

SUDAH PULANG : 2 ORANG

MASIH DIRAWAT : 1 ORANG

PENAMBAHAN PDP HARI INI : 0

OTG

JUMLAH OTG KESELURAHAN ADA 414 ORANG (KONTAK ERAT DENGAN KASUS KONFIRMASI POSITIF DAN PDP MENINGGAL)

PPT

JUMLAH PPT ADA 1.793 ORANG

  1. KASUS KONFIRMASI 2 (DUA) NAKES RUMAH SAKIT SWASTA AB
  1. Kontak erat keluarga ada 10 orang.
  2. Kontak erat Nakes ada 8 orang.
  3. Kontak erat pasien rawat jalan dan rawat inap berjumlah 498 orang

berdomisili Lubuklinggau ada 270 orang.

  1. Yang dilakukan swab 29 orang tetapi hasil masih menunggu.
  1. TRACKING KASUS PDP DARI ALMARHUMAH YANG DIRAWAT DI RS SWASTA AB & SS. ALMARHUMAH BUKAN PENDUDUK KOTA LUBUKLINGGAU.
  1. Kontak erat Nakes di RS SS ada 11 orang, sudah dilakukan RDT dan swab tetapi hasil masih menunggu.
  2. Kontak erat Nakes di RS AB ada 12 orang, sudah dilakukan swab dengan hasil kasus konfirmasi positif 4 orang. Terdiri dari 1 orang tenaga medis dan 3 orang paramedis.
  1. KASUS IBU MELAHIRKAN DI RS SS DENGAN RAPID TES POSITIF MENUNGGU HASIL SWAB.
  1. KASUS PASIEN HD MENINGGAL DI RS AB DENGAN RAPID TES POSITIF MENUNGGU HASIL SWAB. ALMARHUMAH BUKAN PENDUDUK KOTA LUBUKLINGGAU.
  1. KASUS TENAGA MEDIS DI RS DS SUDAH DILAKUKAN RAPID TES DENGAN HASIL POSITIF MENUNGGU HASIL SWAB.
  1. KASUS TENAGA MEDIS DI RS SS SUDAH DILAKUKAN RAPID TES DENGAN HASIL POSITIF MENUNGGU HASIL SWAB.
  1. KASUS-KASUS POIN 2, 3, 4, 5, 6, DAN 7 MEMBERI MAKNA ADA LEBIH DARI SATU CLUSTER YANG TERJADI DI KOTA LUBUKLINGGAU DENGAN STATUS IMPOR DAN LOKAL YANG MEMILIKI HUBUNGAN EPIDEMIOLOGIS 1 DENGAN YANG LAIN. HAL INI DAPAT DISIMPULKAN KOTA LUBUKLINGGAU SUDAH ZONA MERAH.
  1. MASYARAKAT KOTA LUBUKLINGGAU BANTULAH KAMI TENAGA KESEHATAN UNTUK MEMPERMUDAH PEMUTUSAN RANTAI PENULARAN COVID-19 DI KOTA LUBUKLINGGAU DENGAN MENGIKUTI INSTRUKSI PEMERINTAH: MANFAATKANLAH BULAN RAMADHON YANG SUCI TETAP DI RUMAH SAJA, MEMBERSIHKAN RUMAH DAN LINGKUNGAN SEKITAR, RAJIN CUCI TANGAN, PAKAILAH MASKER, MAKAN YANG BERGIZI, TIDAK MEROKOK, MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK, BERJEMUR DI BAWAH MATAHARI. JANGAN LUPA DEMAM BERDARAH JUGA MENGINTAI.
  1. PROTOKOL KESEHATAN

http://www.bontangkota.go.id/wp-content/uploads/2020/04/WhatsAppImage2020-04-05at20.45.391_optimized.jpeg

http://www.bontangkota.go.id/wp-content/uploads/2020/04/WhatsAppImage2020-04-05at20.45.39_optimized.jpeg

http://www.bontangkota.go.id/wp-content/uploads/2020/04/WhatsAppImage2020-04-05at20.45.381_optimized.jpeg

  1. BAGI MASYARAKAT DULUR-DULUR SEKOTA LUBUKLINGGAU APABILA:
  • ADA KELUHAN GANGGUAN KESEHATAN,
  • DATANG DARI LUAR KOTA

SILAHKAN MELAPOR KE PUSKESMAS TERDEKAT ATAU HOTLINE SERVICE. JANGAN CEMAS JIKA BELUM DIDATANGI OLEH PETUGAS PUSKESMAS KARENA ANDA AKAN TETAP TERPANTAU OLEH PETUGAS PUSKESMAS ASAL DATA ANDA DILAPORKAN.

  1. PETUGAS PUSKESMAS AKAN DATANG KE RUMAH BAPAK-IBU JIKA ADA TRACKING KONTAK KASUS KONFIRMASI POSITIF UNTUK MELAKUKAN PENGAMBILAN DARAH DAN PEMERIKSAAN LANJUTAN LAINNYA SESUAI PROSEDUR.
  1. PDP (PASIEN DALAM PENGAWASAN)

 

  1. PEMULASARAAN JENAZAH COVID-19 BERLAKU PADA PDP DAN KASUS KONFIRMASI POSITIF (SUMBER : PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONA VIRUS COVID-19 EDISI REVISI KE-4 HALAMAN 71).

 

  1. RAPID TEST BUKAN UNTUK DIAGNOSA

melainkan untuk mengukur antibodi yang ada di dalam tubuh seseorang berbasis respon imunologi.

Pada dasarnya tes cepat dilakukan untuk mengukur jumlah antibodi pada tubuh manusia yang mana akan berfluktuasi apabila ada virus masuk ke dalam tubuh. Data hasil pengukuran tersebut kemudian akan dijadikan sebagai sebuah deteksi awal untuk pemeriksaan lebih lanjut. Rapid test yang kita gunakan adalah rapid test yang berbasis pada respon imunologi. Kita tahu kalau virus masuk ke dalam tubuh kita maka tubuh secara otomatis akan membentuk antibodi yang akan kita ukur dan inilah yang kemudian akan dideteksi.

Namun saat hasil pembacaan rapid test ini negatif tidak ada jaminan bahwa dia tidak terinfeksi virus, bisa saja dia sudah terinfeksi tetapi antibodinya belum terbentuk.

Pembentukan antibodi itu butuh waktu sampai dengan enam atau tujuh hari, sehingga kalau infeksi itu belum enam atau tujuh hari kan kita lakukan pemeriksaan hasilnya akan negative. Setelah 7 hari berikutnya akan dilakukan tes lagi

Namun jika setelah tujuh hari dilakukan pemeriksaan kedua masih tetap negatif, maka yang bersangkutan diyakini saat ini sedang tidak terinfeksi.

  1. DALAM MELAKUKAN PELAYANAN KESEHATAN SESUAI DENGAN EDARAN PERHIMPUNAN RUMAH SAKIT (PERSI) NO 735/1B1/PP.PERSI/IV/2020 TENTANG SURAT EDARAN LARANGAN DALAM PROMOSI LAYANAN RUMAH SAKIT TANGGAL 24 APRIL 2020:

Memperhatikan perkembangan pelayanan rumah sakit pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat akibat Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), setiap rumah sakit berupaya untuk tetap dapat memberikan pelyanan yang terbaik dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

Diantara upaya yang dilakukan oleh rumah sakit adalah mengembangkan dan melakukan pemasaran atas jenis pelayanan baru untuk pemeriksaan cepat (Rapid test) dalam rangka screening infeksi Covid-19.

Untuk menjaga setiap upaya yang dilakukan oleh rumah sakit dalam koridor hukum dan sesuai etika perumahsakitan dengan ini disampaikan agar rumah sakit melaksanakan hal-hal sebagai berikut:

  1. Tidak melakukan promosi berlebihan terhadap pelayanan pemeriksaan Rapid test screening Covid-19, karena metode ini hanya merupakan suatu alternatif diagnosis untuk mendeteksi adanya infeksi Covid-19 pada pasien.
  2. Memberikan informasi harga atau biaya pelayanan hanya pada media internal yang terdapat di dalam rumah sakit atau web rumah sakit dan tidak menampilkan harga atau biaya pelayanan pada media informasi yang terbuka seperti media massa umum, baliho, spanduk, billboard ataupun berbentuk adsence di situs-situs media sosial.
  3. Tidak menjadikan pelayanan pemeriksaan Rapid test screening Covid-19 sebagai persyaratan untuk pasien dapat dilayani oleh rumah sakit dan biaya pemeriksaannya dibebankan kepada pasien, karena hal ini bersifat menyesatkan, memaksa dan melanggar hak-hak pasien.
  4. Bahwa pemeriksaan diagnostik dilakukan dengan mengikuti ketentuan dari organisasi profesi sehingga memiliki dasar keilmuan yang berbasis bukti serta interpretasinya hanya dapat dilakukan oleh dokter yang memiliki kompetensi.
  1. LIMA LANGKAH CEGAH VIRUS CORONA
  •  SELALU JAGA KENBERSIHAN TANGAN
  •  SAAT BERSIN TUTUP HIDUNG ATAU MULUT DENGAN SAPU TANGAN  ATAU MASKER
  •  JAGA JARAK DENGAN YANG SAKIT .HINDARI DENGAN MENYENTUHMATA HIDUNG  ATAU MULUT
  • KURANGI DENGAN BEPERGIAN JIKA MERASA TIDAK ENAK BADAN
  • MAKAN YANG BERGIZI DAN ISTIRAHAT YANG CUKUP

 

 

Lubuklinggau, 24 April 2020

 

     Jubir Covid-19 Kota Lubuklinggau

 

  • Senin, 24 April 2020 - 21:10:45 WIB
  • Dian Aftrisia

Berita Terkait Lainnya